15 Emak-Emak Surabaya Jadi Korban Penipuan Sembako Rp1,5 Miliar

15 Emak-Emak Surabaya Jadi Korban Penipuan Sembako Rp1,5 Miliar Pelaku penipuan sembako murah di Surabaya.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 15 orang emak-emak di Surabaya menjadi korban penipuan dan penggelapan dengan modus penjualan sembako murah. Total kerugian yang dialami para korban mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Pelaku diketahui seorang wanita berinisial EA, warga Pabean Cantikan, Surabaya. Kasus ini telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya dan Polres Tanjung Perak.

Salah satu korban, Meidiana, menjelaskan awalnya mengenal EA melalui Instagram.

"Saya dikasih info adik saya dan tetangga, kalau pelaku ini jual sembako lebih murah dari agen. Dia jual beras, minyak, gula, memang harganya miring dari agen," ujarnya ketika dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).

Ia mengaku sempat percaya karena EA merupakan teman kerja adiknya. Order pertama dan kedua berjalan lancar, namun pada pesanan ketiga menjelang Lebaran, barang tidak dikirim. 

EA kemudian membuat grup berisi 15 korban dan meminta maaf karena pengiriman meleset.

"Kami semua korban langsung ke tempat tinggal EA yang dikontrak selama dua bulan di daerah Tambak Wedi. Ternyata EA menipu semua korban. Uang orderan semua korban dibuat gaya hidup dia dan suami yang suka main judol," paparnya.

Kerugian korban bervariasi, mulai dari Rp7,8 juta hingga ratusan juta rupiah. Meidiana menyebut adiknya Riska mengalami kerugian Rp27 juta, sementara korban lain mencapai Rp170 juta hingga Rp600 juta, dengan total kerugian diperkirakan Rp1,5 miliar.

"Sebenarnya para korban sudah melaporkan ke Polrestabes Surabaya hingga ke Polres Tanjung Perak, namun info yang kami terima terlapor EA infonya telah diamankan di Polda Jatim," pungkasnya. (rus/mar)