Ringkasan Berita
- Wakil Wali Kota Kediri, Gus Qowim, menghadiri pengukuhan pengurus ATTI Kota Kediri dan menekankan bahwa kesuksesan organisasi diukur dari dampak positif bagi masyarakat, bukan sekadar jumlah anggota.
- Ia mengapresiasi kontribusi nyata ATTI dalam menghidupkan budaya olahraga sehat dan merajut kebersamaan, serta konsisten menjaga kebugaran anggotanya di tengah kesibukan.
- Gus Qowim menyatakan bahwa filosofi taijiquan yang mengajarkan keseimbangan, kesabaran, dan ketenangan jiwa selaras dengan kebutuhan manusia modern untuk menenangkan pikiran dan mempererat hubungan sosial.
- Ia mendorong kepengurusan baru untuk melahirkan program inovatif, memperluas keanggotaan, memperkuat pembinaan atlet, dan membuka kolaborasi dengan pemerintah, pendidikan, kesehatan, serta organisasi kemasyarakatan.
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, menghadiri acara pengukuhan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Tianxia Taijiquan Indonesia (ATTI) Kota Kediri. Agenda khidmat ini diselenggarakan di Aula Tribata RS Bhayangkara Kediri pada Sabtu (23/5/2026).
Dalam arahannya, Gus Qowim -sapaan Wali Kota Kediri- menekankan bahwa tolok ukur kesuksesan sebuah organisasi tidak semata-mata dilihat dari kuantitas anggotanya, melainkan dari seberapa besar dampak positif yang mampu ditebarkan kepada masyarakat luas.
Dalam hal ini, ATTI Kota Kediri dinilai telah menunjukkan kontribusi nyata melalui konsistensinya menghidupkan budaya olahraga yang sehat, tertib, sekaligus sarana merajut kebersamaan.
“Atas nama Pemerintah Kota Kediri, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru saja dikukuhkan. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan sepenuh hati, penuh keikhlasan, semangat, kekompakan, serta komitmen untuk terus mengembangkan olahraga taijiquan di Kota Kediri,” ujar Gus Qowim.
Apresiasi tinggi juga diberikan Gus Qowim kepada seluruh anggota ATTI yang terus konsisten menjaga kebugaran di tengah padatnya aktivitas harian. Kontribusi sosial seperti ini, menurutnya, memang tidak selalu tercatat dalam angka statistik, namun memiliki dampak yang sangat nyata dalam membentuk keharmonisan hidup bermasyarakat.
Lebih lanjut, Gus Qowim membedah bahwa filosofi dan nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga taijiquan sangat selaras dengan kebutuhan mental manusia modern saat ini.
“Di tengah kehidupan yang semakin cepat, masyarakat justru membutuhkan lebih banyak ruang untuk menenangkan pikiran, menjaga kesehatan, dan mempererat hubungan kemanusiaan. Saya melihat ATTI hadir menjawab kebutuhan tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa deretan gerakan dalam taijiquan sejatinya mengajarkan tentang keseimbangan, metodenya melatih kesabaran, serta esensi filosofinya menuntun pada ketenangan jiwa dan kemampuan mengendalikan diri.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Gus Qowim menaruh harapan besar agar gerbong kepengurusan yang baru ini mampu melahirkan program-program yang inovatif. Ia mendorong ATTI Kota Kediri untuk memperluas jangkauan keanggotaan, memperkuat pembinaan atlet, serta membuka ruang kolaborasi yang lebar dengan pemerintah, institusi pendidikan (sekolah dan perguruan tinggi), komunitas kesehatan, hingga organisasi kemasyarakatan lainnya.
Acara pengukuhan ini turut dihadiri Hery Purnomo (Asisten Perekonomian dan Pembangunan), Laoshi Adi Setiago (Ketua Umum ATTI), Roosana Prilawati (Ketua DPD ATTI Jawa Timur), Harijanto (Ketua DPC ATTI Kota Kediri), Abdian (Ketua Kormi Kota Kediri), beserta para tamu undangan lainnya. (uji/rev)










