Hadiri HUT PWRI, Gus Qowim: Pengabdian Tidak Mengenal Masa Pensiun

KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menghadiri tasyakuran peringatan Hari Ulang Tahun ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Ruang Joyoboyo, Selasa (28/7/2026).

Qowimuddin yang akrab disapa Gus Qowim mengatakan para anggota PWRI merupakan keluarga besar yang dipersatukan oleh perjalanan panjang pengabdian di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, pemerintahan, maupun sektor lainnya.

"Ketika melihat Bapak-Ibu semua berkumpul di sini, saya merasa sedang melihat sebuah keluarga besar yang dipersatukan oleh perjalanan panjang pengabdian. Ada yang puluhan tahun mengabdi di dunia pendidikan, kesehatan, pemerintahan, maupun bidang lainnya. Mungkin seragam dinasnya sudah lama disimpan, tetapi semangat mengabdinya saya yakin masih tetap tersimpan di dalam hati," ujarnya.

Menurut Gus Qowim, pengabdian tidak mengenal masa pensiun karena yang berakhir hanyalah jabatan, sedangkan keteladanan akan terus hidup sepanjang dikenang dan diteruskan.

Ia menilai tema PWRI tahun ini, Satu Tekad, Satu Jiwa, Memperkokoh Solidaritas Wredatama Demi Kesejahteraan Bersama, mengingatkan bahwa kebahagiaan di usia yang semakin matang bukan ditentukan oleh siapa yang paling kuat atau paling hebat, melainkan oleh kemampuan menjaga persahabatan, silaturahmi, dan saling mendoakan.

"Karena itulah kekuatan PWRI. Solidaritas berarti saling menyapa, saling mengunjungi, saling menguatkan ketika ada yang sedang sakit, dan saling mendoakan dalam setiap kesempatan. Insya Allah, jika persaudaraan terus dijaga, maka keberkahan juga akan terus menyertai," imbuhnya.

Menurutnya, Pemerintah Kota Kediri menyadari bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan tenaga dan gagasan generasi muda.

Pembangunan juga membutuhkan kebijaksanaan para senior melalui nasihat, pengalaman, dan doa agar setiap langkah pembangunan tetap berada di jalan yang benar serta membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Karena itu, ia meminta para anggota PWRI tidak merasa bahwa masa pengabdian telah selesai.

"Kota ini masih membutuhkan kehadiran Bapak-Ibu, mungkin bukan lagi sebagai pelaksana kebijakan, tetapi sebagai penjaga nilai, pemberi nasihat, dan teladan bagi generasi berikutnya. Terima kasih atas seluruh pengabdian yang telah Bapak-Ibu persembahkan kepada bangsa, negara, dan Kota Kediri," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Gus Qowim juga memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada anggota PWRI sebagai wujud rasa syukur.