Arum Sabil
Arum menegaskan bahwa air menjadi faktor vital dalam sektor pertanian. Namun, tidak semua lahan memiliki akses irigasi teknis dan masih banyak yang mengandalkan sistem tadah hujan, sehingga rentan terhadap perubahan iklim.
“Air itu nadi pertanian. Tidak semua lahan teraliri irigasi teknis. Banyak yang masih tadah hujan, sehingga sangat tergantung pada kondisi cuaca,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi sumber air dan infrastruktur irigasi saat ini mengalami penurunan dibandingkan dua dekade lalu. Kondisi tersebut memperberat tantangan petani, terlebih dalam menghadapi potensi musim kemarau panjang tahun ini.
Sebagai solusi, HKTI mendorong pemanfaatan energi alternatif melalui inovasi pompa air tenaga surya yang dinilai lebih efisien dan berkelanjutan.
“Kami mendorong penggunaan irigasi tenaga surya. Ini sudah ada inovasinya, bahkan sudah diuji coba oleh teman-teman petani,” ujarnya.
Selain itu, teknologi tersebut dinilai dapat diterapkan secara gotong royong oleh para petani sehingga lebih hemat biaya.
Satu unit pompa air, misalnya, dapat dimanfaatkan secara bergantian untuk beberapa lahan pertanian. (dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




