Warga Mojokerto ini Rasakan Manfaat JKN untuk Perawatan dan Persalinan

Warga Mojokerto ini Rasakan Manfaat JKN untuk Perawatan dan Persalinan Lailatin Khusul Saidah (32), warga Dusun Kangkungan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Lailatin Khusul Saidah (32), warga Dusun Kangkungan, Kecamatan Gedeg, membagikan pengalamannya memanfaatkan program JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional. Sebagai ibu rumah tangga, Laila merasakan langsung manfaat JKN bagi dirinya dan keluarganya.

Saat ditemui pada Jumat (27/3/2026), Laila tengah mengurus kepesertaan ibunya yang sebelumnya terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) Daerah namun kini nonaktif. Karena ibunya membutuhkan kontrol rutin di rumah sakit, ia segera mengubah segmen kepesertaan menjadi peserta mandiri agar layanan kesehatan tetap dapat diakses.

“Saat ini saya sedang mengurus perubahan kepesertaan ibu saya dari PBI Daerah yang sudah nonaktif ke mandiri, karena beliau harus rutin kontrol ke rumah sakit. Saya ingin ibu saya tetap menjadi peserta JKN aktif, sehingga pengobatan beliau tetap berjalan lancar,” ucapnya.

Laila mengaku sangat terbantu selama proses pengurusan hingga pemanfaatan layanan kesehatan. Ia menuturkan pelayanan fasilitas kesehatan sudah baik dan sesuai kebutuhan pasien tanpa biaya tambahan. Bahkan saat persalinan beberapa waktu lalu, ia juga menggunakan BPJS Kesehatan dan mendapatkan pelayanan yang sama baiknya.

“Alhamdulillah, selama ini kami merasa sangat terbantu. Ibu saya bisa mendapatkan perawatan yang dibutuhkan tanpa dipungut biaya, dan pelayanannya juga baik. Dan dulu waktu saya melahirkan juga pakai BPJS Kesehatan. Pelayanannya sama baiknya, dan tidak dipungut biaya. Itu sangat membantu kami sebagai masyarakat,” paparnya.

Menurut dia, kehadiran JKN memberikan rasa aman bagi masyarakat karena menjamin akses layanan kesehatan berkelanjutan.

“Menurut saya, BPJS Kesehatan sangat membantu masyarakat. Kita jadi merasa lebih tenang dan tidak khawatir soal biaya pengobatan, karena sudah dijamin selama mengikuti prosedur yang ada,” ujarnya.

Ia juga memuji layanan digital seperti Mobile JKN dan PANDAWA melalui WhatsApp yang memudahkan akses administrasi tanpa harus datang ke kantor.

“Program JKN tidak hanya bagus pelayanan kesehatannya namun juga untuk pelayanan administrasinya, karena sangat memudahkan dengan digitalisasi pelayanannya. Saya harap kisah saya ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana program JKN hadir sebagai solusi perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (adv/ris/mar)