Gagal Gulingkan Pemerintah Iran, Netanyahu Frustasi, Trump Termakan Janji-Janji Mossad

Gagal Gulingkan Pemerintah Iran, Netanyahu Frustasi, Trump Termakan Janji-Janji Mossad Donald Trump dan Benjamin Netanyahu. Foto: The Guardian

Ini bisa dilihat dalam pernyataan Trump dalam video berdurasi delapan menit. Trump berkata: “Akhirnya, kepada rakyat yang hebat dan bangga, saya katakan malam ini bahwa saat kebebasan Anda sudah dekat...ketika kita selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda untuk beberapa generasi.”

Ternyata Trump tertipu . Skenario gagal total. Faktanya, janji akan menggulingkan pemerintahan dan menggantinya dengan pemimpin yang bisa dikendalikan Israel dan Amerika tak terbukti. Bahkan kurang dari dua minggu kemudian, para senator AS keluar dari pengarahan tentang perang. Mereka mengatakan bahwa menggulingkan Republik Islam bukanlah salah satu tujuannya, dan bahwa sebenarnya “tidak ada rencana” sama sekali untuk operasi militer tersebut.

Yang menarik, proposal berbeda 180 derajat dengan Central Intelligence Agency () alias Badan Intelijen Pusat Amerika. justru menilai bahwa pemerintahan tidak akan digulingkan. Beberapa hari sebelumnya AS dan Israel menyerang , justeru memperingatkan Trump. saat itu mengumumkan hasil mata-matanya kepada publik, jika para pemimpin terbunuh, maka kepemimpinan yang "lebih radikal" akan mengambil alih kekuasaan di .

Jadi, beda jauh hasil analisis antara dengan Intelijen Israel yang melihat pemerintah melemah tetapi masih utuh.

“Keyakinan bahwa Israel dan Amerika Serikat dapat membantu memicu pemberontakan yang meluas adalah kesalahan mendasar dalam persiapan perang yang telah menyebar ke seluruh Timur Tengah,” tulis The New York Times dalam laporannya seperti dikutip Sindonews.

Masih menurut The New York Times, dalam pertemuan keamanan beberapa hari setelah perang dimulai, Netanyahu mengatakan bahwa Trump dapat mengakhiri perang kapan saja jika operasi tidak membuahkan hasil. Janji-janji , menurut laporan The New York Times, dibantah oleh banyak pejabat senior AS dan analis di badan intelijen militer Israel; Aman.

Sementara para pemimpin militer AS mengatakan kepada Trump bahwa warga tidak akan turun ke jalan saat bom berjatuhan. Karena itu para pejabat intelijen menilai bahwa kemungkinan terjadinya pemberontakan massal sangat rendah. Tapi Trump sudah terlanjur kena tipu .

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO