Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati (tiga dari kiri) bersama jajaran Forkopimda saat ikut memukul kentongan. Foto: Ist.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Suasana malam takbiran di Kota Kediri berlangsung semarak dengan dentuman kentongan dan alat musik tradisional yang bersahut-sahutan. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, resmi memberangkatkan Festival Musik Patrol Malam Takbir 1447 H, Jumat (20/3/2026) malam, yang diikuti oleh 54 kelompok peserta dari perwakilan 46 kelurahan serta pelajar SMA/SMK/MA se-Kota Kediri.
Mengambil titik start dan finish di Balai Kota Kediri, para peserta menyusuri rute protokol mulai dari Jalan Brawijaya hingga Jalan Hayam Wuruk. Tak hanya piawai memainkan ritme patrol, para peserta juga memukau warga dengan kostum tematik yang memadukan unsur adat dan kreasi modern.
Wali Kota Vinanda menuturkan bahwa festival ini merupakan wujud syukur setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, sekaligus upaya konkret dalam melestarikan budaya lokal.
“Festival ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi ikon Kota Kediri setiap malam takbiran,” ungkap Vinanda.
Pemerintah Kota Kediri berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berinovasi tanpa mencabut akar budaya tradisional seperti penggunaan kentongan dan beduk. Karena itu, Vinanda memberikan apresiasi tinggi atas semangat para pemuda yang mampu mengemas tradisi lama menjadi tontonan yang menarik.
Ia juga berharap festival ini ke depannya dapat terus berkembang dan menjadi daya tarik wisata religi, khususnya bagi para pemudik yang pulang ke Kota Kediri.
“Hal ini menunjukkan semangat inovasi generasi muda yang patut terus didukung dan dikembangkan. Semoga tahun depan semakin meriah dan pesertanya bertambah,” imbuhnya.
Semangat peserta terpancar jelas, salah satunya dari Kelurahan Ngadirejo. Lurah Ngadirejo, Heru Sugiarto, mengungkapkan bahwa meski persiapan tergolong singkat, yakni hanya enam hari, namun antusiasme Karang Taruna sangat luar biasa.
"Kita bareng-bareng dalam belajar musik patrol ini untuk persiapan mengikuti festival. Alhamdulillah lancar. Dengan menggunakan alat tradisional ini juga sekaligus melestarikan alat musik tersebut," tutur Heru.
Kelompoknya tampil unik dengan mengolaborasikan instrumen tradisional seperti gamelan dan kentongan yang dipadukan dengan seni hadroh.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, jajaran Forkopimda Plus, Pj. Sekretaris Daerah M. Ferry Djatmiko, Kepala Kemenag Kota Kediri A. Zamroni, serta para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Kediri. (uji/rev)

























