Kunjungan kehormatan dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya ke kantor PW GP Ansor Jatim.
Menurut Safril, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejumlah rencana investasi dari perusahaan Tiongkok di wilayah tersebut dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Beberapa proyek yang tengah berkembang di antaranya pembangunan smelter aluminium di Pasuruan, pengembangan kawasan industri di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), pengembangan kawasan industri halal di Sidoarjo, hingga peluang kerja sama di sektor pertanian dan teknologi.
“Investasi tersebut memiliki potensi besar untuk membuka lapangan kerja baru, mempercepat transfer teknologi, serta meningkatkan daya saing industri nasional,” ujar Safril.
Meski demikian, ia menegaskan keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan modal dan teknologi semata. Dukungan masyarakat, stabilitas sosial, serta kualitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.
“Di sinilah pentingnya peran organisasi kepemudaan dan masyarakat sipil dalam menjaga harmoni sosial serta membangun ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Safril.(mdr/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




