Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito saat membeli makanan di salah satu stan UMKM. (Ist).
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Pemkab Kediri menggelar kegiatan Pondok Ramadan dan Bazar Ramadan selama lima hari di area Pendopo Panjalu Jayati, 9-13 Maret 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM memasarkan produknya selama bulan suci Ramadan.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana membuka langsung kegiatan tersebut bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito.
Dalam kesempatan itu, Hanindhito menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di Kabupaten Kediri.
Ia menilai bazar yang digelar di lokasi strategis seperti pendopo seharusnya mampu menarik minat masyarakat untuk datang dan berbelanja.
Karena itu, ia menargetkan seluruh produk UMKM yang dipamerkan dapat habis terjual selama pelaksanaan bazar.
"Bazar yang berlangsung di pendopo ini harus habis semua. Jika tidak habis, maka kami akan mengevaluasi dinas terkait. Kita ingin pastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pedagang," tegasnya, Senin (9/3/2026).
Selain menjadi ajang promosi produk lokal, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat selama bulan Ramadan.
Dalam kesempatan tersebut, Dhito juga memberikan apresiasi kepada sepuluh anggota PKK tertua di Kabupaten Kediri.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka selama ini.
Bentuk apresiasi itu diberikan melalui kesempatan berbelanja gratis di seluruh stan yang ada di Bazar UMKM.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, serta para pelaku UMKM, kegiatan Pondok Ramadan dan Bazar Ramadan ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas sosial.
Kegiatan tersebut juga diharapkan meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap produk-produk lokal Kabupaten Kediri.
Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito menjelaskan bahwa bazar Ramadan tahun ini diikuti oleh 16 paguyuban UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli.
Kegiatan itu juga menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal agar produknya semakin dikenal masyarakat luas.
"Harapannya bisa memberi ruang manfaat ganda. Masyarakat bisa mendapatkan produk berkualitas dengan harga terjangkau untuk kebutuhan Ramadhan, sementara para pelaku UMKM kita bisa terus menggerakkan roda ekonomi di Kabupaten Kediri," kata Annisa.
Beragam produk UMKM dipamerkan dalam bazar tersebut.
Produk yang ditampilkan mulai dari aneka olahan makanan seperti keripik dan kue kering hingga berbagai produk kerajinan tangan atau hand craft.
Selain bazar, kegiatan Pondok Ramadan juga diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan.
Kegiatan keagamaan tersebut dapat diikuti masyarakat selama lima hari pelaksanaan.
Annisa mengajak masyarakat Kabupaten Kediri memanfaatkan kesempatan tersebut.
Ia mengimbau masyarakat datang bersama keluarga maupun kerabat untuk berbelanja sekaligus mengikuti kegiatan rohani yang diselenggarakan.
"Ayo ramai ramai Ajak saudara, teman dan keluarga belanja dan mengikut siranan rohani di pondok romadon dan bazar," harapnya. (uji/van)















