Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lamongan, jumlah kasus TBC pada tahun 2025 tercatat sekitar 3.600 orang.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena TBC masih menjadi penyakit menular yang berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat.
Yany menyebutkan sejumlah gejala TBC yang perlu diwaspadai, di antaranya batuk berkepanjangan, keringat malam tanpa aktivitas, demam berulang, penurunan berat badan, sesak napas, serta nyeri dada.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk aktif mengikuti skrining TBC, terutama kelompok berisiko tinggi seperti perokok.
“Beberapa waktu terakhir, perokok merupakan kelompok yang kami utamakan untuk skrining TBC,” ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, faktor lingkungan dan kondisi gizi juga memengaruhi risiko penularan TBC. Menurut Yany, selain menjaga kebersihan lingkungan, pemenuhan gizi yang baik menjadi kunci penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh.
Melalui upaya terpadu tersebut, Dinas Kesehatan Lamongan berharap program eliminasi TBC dapat berjalan optimal serta mampu menekan angka penularan TBC di wilayah Lamongan. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




