Kegiatan tersebut meliputi penjaringan perangkat desa, pelatihan rekrutmen berbasis Computer Assisted Test (CAT), serta survei layanan publik.
“Mahasiswa akan dilibatkan langsung bersama dosen dan mitra agar memiliki pengalaman praktik tata kelola pemerintahan secara nyata,” imbuhnya.
Dekan FBHIS Umsida, Dr. Poppy Febriana, S.Sos., M.Med.Kom., memberikan apresiasi atas capaian Program Studi Administrasi Publik.
Ia menilai prodi tersebut memiliki karakter khas dengan kinerja yang konsisten dan berdampak.
“Prodi AP memiliki karakter khas, tidak hingar-bingar tetapi selalu menghadirkan wow factor lewat kinerjanya. Kehadiran GARDU PUBLIK menunjukkan komitmen besar untuk memperkuat kolaborasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Wakil Rektor I Umsida, Prof. Dr. Hana Catur Wahyuni, S.T., M.T., turut mengucapkan selamat atas keberhasilan mempertahankan akreditasi Unggul.
Ia berharap capaian tersebut terus dikembangkan melalui aktivitas akademik yang produktif.
“Capaian ini perlu terus dikembangkan. Saya berharap laboratorium ini menjadi ruang interaksi akademik yang aktif serta sarana kolaborasi produktif bagi mahasiswa,” pesannya.
Sekretaris Program Studi Administrasi Publik Umsida, Hendra Sukmana, M.KP., menegaskan penguatan laboratorium dan GARDU PUBLIK merupakan bagian dari peta jalan pengembangan program studi.
“Kami ingin Prodi Administrasi Publik Umsida menjadi rujukan dalam pengembangan tata kelola dan pelayanan publik yang humanis dan inovatif, selaras dengan dinamika pemerintahan di era digital,” pungkasnya. (cat/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




