Dahlan Iskan (kiri) saat menyerahkan buku ke Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif. Foto: Ist
Bahkan, 5 Investment Project Ready to Offer (IPRO) juga diperkenalkan, meliputi industri pengolahan logam tembaga, alat dan mesin pertanian, hilirisasi timah, garam farmasi, dan unit pengolahan ikan bernilai tambah.
Sementara itu, Sekdakab Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menyebut arah kebijakan investasi di Gresik berlandaskan prinsip kemaslahatan masyarakat.
“Investasi di Kabupaten Gresik bukan sekadar mengejar nilai ekonomi. Prinsipnya adalah kemaslahatan masyarakat. Investasi yang masuk harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi warga Gresik,” paparnya.
Kegiatan diikuti 44 peserta dari berbagai skala usaha, mulai mikro, kecil, menengah hingga besar, serta lintas sektor seperti pangan, pertanian, perikanan, industri pengolahan, energi, logistik, jasa profesional, teknologi informasi, pendidikan, percetakan, ekonomi kreatif, hingga media.
Sebelum beraudiensi di kantor bupati, peserta terlebih dahulu mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Manyar, kawasan industri strategis yang menjadi penggerak investasi nasional dan internasional di Jawa Timur.
Amy Yulia sebagai salah satu peserta dan merupakan pelaku usaha lokal mengungkapkan, iklim perizinan di Gresik berjalan kondusif dan didukung penerimaan masyarakat yang baik. Kondisi tersebut memberi kepastian dan rasa nyaman bagi pelaku usaha untuk terus berkembang.
Disway Explore Business with Dahlan Iskan menjadi ruang temu antara Pemkab Gresik dan pelaku usaha lintas sektor, sekaligus momentum menunjukkan bahwa pertumbuhan industri di Gresik berjalan berdampingan dengan identitas lokal, kekuatan ekonomi rakyat, serta keberpihakan pada masyarakat. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




