CEO Anthropic, Dario Amodei yang mengkritik penjualan chip Nvidia AI ke China. Foto: Benjamin Girette/Bloomberg /Getty Images
BANDUNG, BANGSAONLINE.com - CEO Anthropic, Dario Amodei mengkritik kebijakan penjualan chip AI Nvidia ke China. Menurutnya, keputusan tersebut sebagai kesalahan besar dan mengibaratkan seperti menjual senjata nuklir ke Korea Utara.
Hal tersebut ia sampaikan dalam wawancara dengan Bloomberg TV, yang menyusul langkah pemerintah Amerika Serikat menerapkan tarif impor sebesar 25% untuk chip Nvidia H200 dan AMD MI325X yang dikirim ke China. Kebijakan tarif itu, secara efektif membuka jalur ekspor sekaligus menciptakan pemasukan baru bagi pemerintah AS.
Amodei menyebut, meski H200 bukan chip generasi terbaru Nvidia, kemampuan tetap jauh melampaui apa yang saat ini bisa diakses oleh China. Sebab, lanjutnya, pengiriman chip itu, sebagai keputusan yang berisiko secara strategis.
"Saya pikir ini gila. Ini seperti menjual senjata nuklir ke Korea Utara lalu membanggakannya," kata Amodei, melalui Techspot, Rabu (21/1/2026).
Sementara itu, sejumlah laporan menyebutkan otoritas bea cukai China telah memblokir masuknya pengiriman chip H200 dan memperingatkan perusahaan lokal agar tidak membelinya kecuali benar-benar membutuhkan.
Ketegangan antara Amodei dan Nvidia, termasuk CEO Nvidia Jensen Huang, sudah berlangsung lama.
Rivalitas keduanya bahkan disebut-sebut menyerupai konflik klasik di industri teknologi seperti Steve Jobs dan Bill Gates di masa lalu.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




