Gubernur Khofifah saat menyapa warga dalam pasar murah di Gresik.
Ia menambahkan, secara umum ketersediaan bahan pangan di Jawa Timur dalam kondisi aman. Namun keterjangkauan harga tetap menjadi perhatian utama agar tidak memberatkan masyarakat.
“Stok pangan kita aman. Yang perlu terus kita jaga adalah agar harga tetap terjangkau. Karena itu, intervensi pasar seperti pasar murah ini akan terus kita lakukan di berbagai daerah,” imbuhnya.
Di Gresik, pasar murah telah dilaksanakan sebanyak 9 kali, terdiri dari 8 kali pada 2025 dan sekali di awal 2026. Konsistensi ini menunjukkan komitmen kuat Pemprov Jawa Timur bersama pemerintah daerah menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat lokal.
Pelaksanaan pasar murah merupakan hasil sinergi antara Pemprov Jatim dengan Perum Bulog serta pelaku industri kecil dan menengah (IKM) setempat. Ke depan, kegiatan serupa akan terus digelar di berbagai kabupaten/kota sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Warga mengaku terbantu dengan harga kebutuhan pokok yang lebih murah dibanding pasaran.
“Alhamdulillah, harganya jauh lebih murah dari pasar. Minyak dan beras sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” ucap warga Desa Banjarsari, Santi. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




