Tafsir Al-Hajj 28-29: Al-Amr Bi Al Ba'

Tafsir Al-Hajj 28-29: Al-Amr Bi Al Ba Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i.

TAFSIR

Kalimah perintah yang menggunakan huruf “BA’”. Fi’il amar, bermakna amar yang muta’addi dengan huruf ba’. Di dalam bahasa arab, fi’il atau kata kerja itu ada yang lazim (intransitif), tidak memerlukan obyek dan ada yang Muta’addy, (transitif), memerlukan obyek.

Yang Muta’addy dibagi dua: ada yang langsung ke al-ma’mul, ke obyek dan ada yang pakai perantara huruf. Huruf yang dijadikan perantara ini banyak, seperti lam, ala, ila, fi, ba’ dan lain-lain. Dan, masing-masing punya fungsi dan arti tersendiri.

Kali ini bahasan terfokus pada ayat kaji, yakni: “Wal Yattawafu Bi al-bait al-atiq”. Pada perintah tawaf ini, ada huruf “ba’/Bi” yang masuk ke obyek atau al-ma’mul atau al-maf’ul bih, yakni kata “al-Atiq”. Sementara pada ayat wudlu, al-Maidah: 6 juga bergaya serupa, yakni: “wa imsahu Bi ru’usikum”. Usaplah kepala kalian.

Perbedaannya adalah: pada ayat Thawaf, huruf Ba’ masuk pada lafadh Mufrad, tunggal yakni “al-bait”. Sedangkan pada ayat wadlu, huruf Ba’ masuk pada lafadh berbentuk jamak, plural, yakni kata “ru’us”. Apa faidahnya?

Jika ada fi’il amar atau bermakna amar menggunakan huruf “Ba” masuk pada obyek, al-ma’mul berbentu Mufrad, maka berfaidah “kull, jami’”, keseluruhan. “al-amr bi al-ba’ al-muta’addi ila al-mufrad yufid al-kull “. Maka konsekuensi hukumnya adalah: bertawaf mengelilingi Ka’bah itu harus totalitas, kesemuanya, dari start hingga nyambung ke start lagi. Itu dihitung satu putaran.

Tetapi bila terma yang sama dan masuk kepada lafadl yang berbentuk jamak, plural, maka berfaidah “tab’idl”, sebagian”. Obyek yang diperintahkan cukup dikerjakan sebagian saja, tidak perlu semuanya. “al-amr bi al-ba’ al-muta’addi ila al-jam’ yufid al-tab’idl”. Jadi, mengusap rambut kepala dalam berwudlu cukup sebagian saja. Allah a’lam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO