Para mahasiswa saat melakukan demo di bundaran patung. foto: suwandi/BANGSAONLINE
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Rencana kunjungan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo ke Tuban dalam rangka meninjau perusahaan pengelolaan minyak PT Trans Pasific Petrochemical Industries (TPPI) di Tanjung Awar-awar Desa Remen, Kecamatan Jenu mendapat penolakan dari mahasiswa asal Tuban.
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) berdemo di Bundaran Patung Tuban, Selasa, (10/11). Dalam orasinya mereka menolak kedatangan Presiden Jokowi. Alasannya, Presiden diminta terlebih dahulu menyelesaikan kasus korupsi yang berada di PT TPPI. Bukan malah mendukung beroperasinya TPPI.
BACA JUGA:
- Ratusan Tukang Becak Makam Sunan Bonang Demo Kantor Bupati Tuban, Protes Shuttle dan Bentor
- Mediasi Pasca Demo Insiden Kebakaran, Manajemen PT TPPI Janji Tidak Lanjuti Keluhan Warga
- Tuding Selewengkan PADes, Ratusan Warga Demo Tuntut Kades Kepohagung Mundur
- Mahasiswa dan PKL Gelar Demo , Tuntut Bupati Tuban Cabut Larangan Berjualan di Kawasan Alun-Alun
“Tolak kedatangan presiden ke Tuban, sebelum bisa mengusut tuntas kasus korupsi yang terjadi di TPPI. Bukan malah mendukung untuk beroperasi,” kata Korlap Aksi, Mahfud Hariyadi.
Aksi mahasiswa menolak kedatangan Presiden Jokowi tidak hanya dilakukan di Bundaran Patung, mereka juga meluruk kantor DPRD Tuban. Mereka meminta para wakil rakyat supaya turut menyampaikan penolakan tersebut kepada presiden. “Kami minta Pak Jokowi jangan dulu datang ke Tuban, sebelum menyelesaikan kasus korupsi yang ada di dalam TPPI,” tegas Mahfud kepada BANGSAONLINE.com.
Mahfud meminta agar Presiden sebaiknya lebih dulu melaksanakan pasal 33 UUD 1945. Selain itu, ia juga meminta supaya Jokowi melaksanakan tri sakti dan nawacita secara murni dan konsekuen. “Kalau tidak diindakan besok kami akan berdemo lagi menolak pak Jokowi untuk hadir ke Tuban,” ancam Mahfud. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




