Cegah Penyakit Dini, BPJS Kesehatan Tulungagung Dorong Peserta JKN Manfaatkan Skrining Kesehatan

Cegah Penyakit Dini, BPJS Kesehatan Tulungagung Dorong Peserta JKN Manfaatkan Skrining Kesehatan

Bahkan saat ini, SRK menjadi salah satu syarat sebelum peserta memanfaatkan layanan kesehatan di FKTP. 

Beragam kanal tersebut dihadirkan untuk memberikan kemudahan bagi peserta agar dapat menyesuaikan akses skrining sesuai dengan preferensi masing-masing.

“Manfaat SRK bukan hanya bagi peserta yang sudah berusia lanjut, bahkan mulai anak-anak sudah dapat mengisi SRK. Bagi peserta yang sedang berobat di FKTP, dapat menghubungi petugas di FKTP untuk mengisi SRK. Jika hasil SRK menunjukkan adanya risiko, peserta dapat melakukan konsultasi kesehatan di FKTP tempat peserta terdaftar. Namun apabila hasil SRK tidak berisiko, peserta dapat terus menerapkan pola hidup sehat yang telah dijalani,” jelasnya.

Seiring bertambahnya usia, berbagai penyakit kerap muncul tanpa disadari dan sering kali baru terdeteksi saat telah memasuki tahap lanjut.

Oleh karena itu, kesadaran peserta untuk rutin melakukan SRK menjadi sangat penting.

Dari hasil skrining tersebut, langkah penanganan yang tepat dan cepat dapat ditentukan apabila ditemukan adanya risiko penyakit.

Langkah preventif melalui SRK ini tidak hanya bermanfaat bagi peserta dalam mencegah terjadinya komplikasi dan keparahan penyakit, tetapi juga berperan penting dalam pengendalian biaya pelayanan kesehatan. 

Pasalnya, penyakit yang telah mencapai tahap komplikasi umumnya memerlukan waktu pengobatan lebih lama dengan biaya yang tidak sedikit.

Fitri mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 peserta yang telah melakukan Skrining Riwayat Kesehatan di wilayah kerja Kantor Cabang Tulungagung tercatat sebanyak 491.519 orang. 

Rinciannya, di Kabupaten Tulungagung sebanyak 233.089 peserta telah melakukan SRK, Kabupaten Trenggalek sebanyak 149.977 peserta, dan Kabupaten Pacitan sebanyak 108.453 peserta.

“Dari total peserta yang telah melakukan SRK tersebut, sebanyak 265.770 orang terdeteksi memiliki risiko potensi penyakit. Kami mengimbau peserta untuk tidak ragu dan tidak takut melakukan SRK agar kondisi kesehatan dapat lebih terkontrol sejak dini,” pungkasnya (fer/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO