Selain perubahan status, Pemprov Jatim juga melakukan renovasi dan revitalisasi SLB. Sepanjang 2025, sebanyak tujuh SLB di berbagai daerah telah direvitalisasi, termasuk sebelumnya tiga SLB di Malang Raya, guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan memotivasi siswa.
SLB Negeri Karya Mulia juga dilengkapi resource center yang bekerja sama dengan RSUD Dr. Soetomo dan rumah sakit lainnya.
Fasilitas ini difokuskan pada deteksi dini disabilitas, termasuk sejak masa kehamilan, agar layanan pendidikan dan kesehatan dapat diberikan secara tepat.
“Semua harus terdeteksi, terantisipasi, dan termitigasi agar layanan yang diberikan benar-benar solutif,” jelas Khofifah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebut peresmian SLB Negeri Karya Mulia sebagai tonggak penting bagi Kota Surabaya yang sebelumnya belum memiliki SLB berstatus negeri.
“Baru kali ini ada SLB di Surabaya yang statusnya negeri dan alhamdulillah dituntaskan dalam tahun 2025 atas arahan dan petunjuk Ibu Gubernur,” ujarnya.
Aries menegaskan Pemprov Jatim berkomitmen memperluas keberadaan SLB negeri di daerah lain yang belum memilikinya, dengan target berlanjut hingga 2026.
Ia menambahkan, revitalisasi dan rehabilitasi SLB di Jawa Timur telah didukung anggaran sekitar Rp130 miliar dari APBD dan APBN yang dikhususkan untuk sekolah berkebutuhan khusus.
“Dengan peresmian ini kami menegaskan sekali lagi bahwa Pemprov Jatim dan negara hadir di tengah-tengah masyarakatnya,” katanya.
Menurut Aries, SLB Karya Mulia yang berdiri sejak 1954 kini memiliki jenjang pendidikan lengkap dari TK-LB hingga SMA-LB, sehingga layanan pendidikan bagi anak tunarungu menjadi lebih terjamin, berkelanjutan, dan akuntabel.
“Anak tidak berjalan sendiri, orang tua tidak berjalan sendiri, dan sekolah tidak berjalan sendiri,” pungkasnya. (dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




