Rabu, 27 Mei 2020 23:20

Kasus Korupsi Proyek PAMSTBM di Ngawi: Kejari Isyaratkan Hentikan Penyidikan

Jumat, 06 November 2015 18:20 WIB
Kasus Korupsi Proyek PAMSTBM di Ngawi: Kejari Isyaratkan Hentikan Penyidikan
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Ngawi, I Ketut Suarbawa. foto: zaenal abidin/BANGSAONLINE

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kejari Ngawi memberikan sinyal jika penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Penyedia Air Minum dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (PAMSTBM) akan dihentikan. Pasalnya, hasil perhitungan kerugian teknis yang dilakukan Dinas PU Bina Marga Cipta Karya dan Kebersihan (DPU BMCK) sangat kecil.

“Kemarin hasilnya sudah dikasihkan ke tim penyidik, dan sesuai hitungan kerugian teknis hanya sekitar Rp 30 juta,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi I Ketut Suarbawa baru-baru ini.

Dijelaskan Ketut, dari hasil perhitungan kerugian thknis yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Cipta Karya dan Kebersihan (DPU BMCK) akan dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Surabaya untuk meminta pertimbangan. Menurutnya, jika penyidikan terus dilakukan, pihaknya khawatir akan kontra produktif dengan upaya pemberantasan korupsi.

“Kalau diperkirakan kerugian teknis saja hanya sekitar Rp 30 juta, artinya dibandingkan dengan biaya penyidikan kerugian negara segitu terlalu kecil,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Ketut, bahwa ada dua opsi terkait kasus ini. Opsi yang pertama, kasus PAMSTBM milik Dinas Kesehatan (Dinkes) senilai Rp 845,3 juta yang bersumber dari APBN ini tetap lanjut. Karena kata dia, kalau tidak lanjut hal ini akan menjadi catatan buruk untuk semua rekanan di Ngawi, dan juga untuk efek jera agar pihak rekanan benar-benar bertanggung jawab terhadap pekerjaan khususnya proyek pemerintah.

“Opsi yang kedua, mengingat kerugian yang sangat kecil ini tidak sejalan dengan hakikat penanganan tipikor, atau dengan sanksi lain pihak rekanan harus mengembalikan kerugian tersebut,” ungkapnya pada BANGSAONLINE.

Namun Ketut mengaku jika dalam pekerjaan proyek PAMSTBM yang berlokasi di tiga titik, yakni Desa Ngale, Kecamatan Paron, Desa Begal, Kecamatan Kedunggalar, dan Desa Jatimulyo, Kecamatan Mantingan banyak kelemahan. Dibeberkan, Kelemahan tersebut di antaranya pekerjaan yang molor hingga melebihi batas waktu, kurang tegasnya dinas terkait dengan tidak mem blacklist rekanan, kemudian dengan adanya adendum.

Meski demikian, pihaknya tidak dapat berbuat banyak lantaran dasar penanganan kasus dugaan korupsi untuk naik ke tahapan selanjutnya adalah besar kecil kerugian negara yang diakibatkan. Selain itu, Ketut berjanji bakal mengupayakan agar kasus ini bisa lanjut hingga tuntas.

“Kami berharap kasus ini naik dengan pertimbangan pimpinan, kami tim penyidik akan mengupayakan meyakinkan pimpinan agar kasus ini bisa tetap lanjut meski nilai kerugian negaranya sangat kecil, minggu ini kami akan segera meminta pertimbangan pimpinan Kejati,” pungkasnya. (nal/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...