Siswa peserta ATID 2025 mencoba karya inovasi Virtual Reality (VR) yang ditampilkan dalam pameran inovasi kecerdasan artifisial di Grha Sepuluh Nopember ITS. (Ist)
Kepala Badan Pengembangan SDM Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Bonifasius Wahyu Pudjianto, yang mewakili Menteri Komdigi RI menekankan bahwa ATID 2025 menjadi momentum penting untuk mendorong inovasi teknologi yang memiliki dampak ekonomi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi untuk peningkatan kualitas dan relevansi pembelajaran.
Pameran Inovasi dan Produk AI yang dihadirkan tim riset ITS juga menjadi sorotan dalam acara ini. Beragam karya ditampilkan untuk menunjukkan implementasi AI di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, industri, maritim, hingga lingkungan. Pameran ini membuka ruang bagi peserta untuk melihat langsung perkembangan riset dan teknologi AI yang dikembangkan di ITS.
Selain itu, ATID 2025 menghadirkan sesi paparan inovasi dan diskusi bersama para akademisi, industri, dan pembuat kebijakan. Pada forum ini membahas strategi integrasi AI dalam bidang pendidikan, bisnis, dan layanan publik.
Paparan produk inovasi AI ITS disampaikan oleh Prof Riyanarto Sarno, Rudy Dikairono, dan Dwi Sunaryono sebagai representasi kekuatan riset ITS di bidang AI. Selain itu, juga dihadirkan Irena Yolanita Maureen dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk berbagi wawasan tentang penggunaan AI secara bijak dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan.
Pada kesempatan ini, ITS juga menyerahkan policy brief dan pedoman penggunaan AI untuk sekolah kepada Dinas Pendidikan Jatim serta Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
“Dokumen ini memuat tata kelola, etika, dan panduan pemanfaatan AI yang aman bagi siswa dan guru,” papar Diana. (msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




