Bupati Pamekasan Kholilurrahman saat bersama Nazua
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Pemkab Pamekasan memberikan perhatian serius terhadap kondisi Nazua, warga Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, yang mengalami patah tulang selama empat tahun tanpa mendapatkan penanganan medis yang memadai.
Pasien kini dirawat di RSUD Smart Pamekasan dan sedang dipersiapkan untuk dirujuk ke Surabaya guna menjalani operasi lanjutan.
BACA JUGA:
- Mahfud MD dalam Haul Kiai Agung Rabah Pamekasan: Semoga Berkontribusi terhadap Kemajuan Indonesia
- Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Pamekasan Tegaskan Peran Indonesia Jaga Perdamaian Dunia
- Pemkab Pamekasan Kembali Raih WTP, Jadi Capaian yang ke-12
- YBM PLN Madura Tebar 230 Paket Daging Kurban untuk Warga Dhuafa Pamekasan
Plt Direktur RSUD Smart Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat menjelaskan, kondisi Nazua cukup kompleks karena cedera yang dibiarkan terlalu lama. P
erkembangan jaringan otot dan tulang membuat tindakan medis tidak bisa dilakukan di Pamekasan.
“Kasusnya ini patah tulang sudah empat tahun. Kondisinya tidak bisa langsung dioperasi di sini dan harus dirujuk. Tangannya tidak bisa lurus karena otot mengecil akibat lama tidak dipakai. Tindakan yang dibutuhkan cukup rumit,” jelasnya, Jumat (28/11/2025).
Ia menambahkan, kasus tersebut telah mendapat perhatian langsung dari Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan yang meminta rumah sakit memberikan penanganan maksimal.
“Pak Bupati meminta agar dilakukan atensi penuh, memastikan proses rujukan berjalan lancar sehingga pasien dapat segera dioperasi dan fungsi tangannya dapat kembali pulih secara optimal,” ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




