Prihatin Konflik PBNU, Kiai Asep: Dulu Kiai Berebut Menolak Jadi Pengurus NU

Prihatin Konflik PBNU, Kiai Asep: Dulu Kiai Berebut Menolak Jadi Pengurus NU Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim saat menyampaikan tahshiyah dalam acara shalat malam dan istighatsah di PP Amanatul Ummah Surabaya, Rabu (26/11/2025) malam. Foto: Bangsaonline.

Saat itu hadir KH A. Mustofa Bisri (Gus Mus), KH Dimyati Rois, KH Miftachul Akhyar, KH Yahya Cholil Staquf (), KH Said Aqil Siraj, KH Asad Said Ali, dan kiai-kiai lainnya.

“Di depan para kiai-kiai itu saya menyampaikan bahwa saya baru datang dari suatu daerah. Saya katakan bahwa di daerah tersebut terjadi riswah besar-besaran,” tutur Kiai Asep.

Para kiai dalam rapat tersebut, tutur Kiai Asep, semua diam. Tak ada respons.

“Saat acara pertemuan itu selesai, saya keluar. Kiai Dimyati Rois mengejar saya. Beliau bilang pun ngoten,” kata Kiai Asep.

“Jadi saya sudah mengingatkan,” ujar kiai miliarder tapi dermawan itu.

“Sekarang jadinya seperti ini,” lanjut Kiai Asep.

Selain mendoakan NU, Kiai Asep dan para kiai juga mendoakan bangsa, terutama Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, dan Bupati Serang Ratu Rochmatuzakiyah.

Acara shalat malam dan istighatsah itu diakhiri dengan doa yang dipimpin secara bergantian oleh Prof Dr KH Imam Ghazali Said, MA, Prof Masdar Hilmi, Ph.D, Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk dan KH Abdi Manaf. Doa pamungkas dipimpin oleh Kiai Asep sendiri. (mma)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO