Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyalami salah satu wali murid Sekolah Rakyat yang anaknya tampil di panggung saat acara dialog Kesejahteraan Sosial dan Sekolah Rakyat di Gedung Kesenian Darmoyudo, Kota Pasuruan.
"Saya sendiri terus terang terharu dengan ide ini. Ide yang diperuntukkan bagi mereka-mereka yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Anak-anak yang naik ke atas panggung ini adalah anak-anak yang hebat. Anak-anak yang sesungguhnya punya talenta, tapi belum memiliki akses terhadap pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas," ungkap Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat menjadi miniatur dalam pengentasan kemiskinan. Tidak hanya anaknya disekolahkan, tapi secara terintegrasi keluarganya mendapatkan program unggulan Presiden Prabowo.
"Orang tuanya akan diberdayakan, rumahnya akan dibantu, supaya lebih layak huni, orang tuanya nanti jadi anggota Kopdes Merah Putih, keluarganya dapat bansos lengkap, seluruh keluarganya dapat jaminan kesehatan atau PBI, tentu juga dukungan makan bergizi gratis, dan cek kesehatan gratis, yang semuanya ini adalah program unggulan Presiden Prabowo," jelas Gus Ipul.
Kepada Pemerintah Daerah dan Pilar-Pilar Sosial, Gus Ipul menekankan tidak boleh ada penyelewengan dan kecurangan dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
"Tidak boleh ada suap-menyuap, tidak boleh ada sogok-menyogok, tidak boleh ada yang titip-titip, untuk menjadi siswa Sekolah Rakyat. Wali kota gak boleh titip, bupati gak boleh titip, lurah gak boleh titip, camat gak boleh titip, menteri tidak boleh titip, apalagi pendamping juga," tegasnya.
Gus Ipul menjelaskan, saat ini terdapat 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang telah beroperasi di seluruh Indonesia, dan 104 titik lahan telah disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyampaikan pihaknya sangat bersyukur Sekolah Rakyat bisa dilaksanakan di 3 titik yang berada di Kota dan Kabupaten Pasuruan.
"Tentu sama-sama kita saksikan bahwa hari ini, ternyata ketika negara hadir memberikan fasilitas, memberikan ruang yang sama, bagi mereka-mereka yang selama ini kurang diuntungkan oleh situasi ekonomi, ternyata mereka punya potensi yang tidak kalah dengan siswa-siswa yang lainnya," pungkasnya. (afa/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




