Khofifah juga menyebut bahwa nilai-nilai seperti keikhlasan, kesederhanaan, dan cinta tanah air yang diajarkan di pesantren merupakan fondasi penting dalam membentuk masyarakat yang berkarakter dan berkeadaban.
“Santri dan pesantren harus mampu menjadi motor penggerak masyarakat menuju kehidupan yang lebih maju dan berkeadilan,” tuturnya.
Sementara itu, Menteri Agama menyampaikan bahwa Pesantren Award bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat ekosistem pesantren di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Agama, saat ini terdapat 42.369 pesantren dengan 6.267.741 santri, 104.205 Madrasah Diniyah Takmiliyah dengan 3.344.855 santri, serta 195.901 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dengan 3.030.027 santri.
“Kita ingin memastikan bahwa pesantren tidak hanya menjadi penjaga tradisi tetapi menjadi pelaku aktif dalam membangun masa depan bangsa,” ucap Nasaruddin Umar. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




