Bendahara Umum BKN, Deni Setiawan.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Bendahara Umum Barisan Kesatria Nusantara (BKN), Deni Setiawan, turut merespons soal tayangan Trans7 yang dianggap menghina pesantren di Kediri.
“Saya memaknai kasus Trans7 ini adalah tragedi dunia pendidikan kita,” kata Deni saat wawancara dengan wartawan Bangsaonline via WhatsApp, Jumat (17/10/2025).
BACA JUGA:
- Mujahadah NU di PP Asshodiqiyah Semarang: PBNU Mendatang Harus Punya Kapasitas dan Anti Risywah
- Pemilik Trans7 Kunjungi Lirboyo, Ketum BKN: Saya Desak Pak Chairul Tanjung ke Sana
- Di Balik Narasi Negatif Trans7, Ternyata 1.258 Santri Amanatul Ummah Lolos PTN dan PT Luar Negeri
- Silaturahmi ke Lirboyo, Chairul Tanjung Minta Maaf Langsung ke KH Anwar Mansur soal Trans7
Ia mengatakan, pendidikan moral di negara yang penduduknya agamis ini, diakui atau tidak, pendidikan moral bangsa ini telah gagal total.
“Sebenarnya isu itu bukan soal mondok atau tidak mondok, yang seolah yang tidak mondok dipastikan moralnya bejat, dan kemudian yang mondok dipastikan moralnya baik,” ungkap Deni.
Deni menuturkan, seolah-olah pendidikan moral hanya monopoli pondok. Ini justru memojokkan pondok ketika moral bangsa Indonesia ini buruk. Padahal, terkadang dilapangan ada juga yang mondok tapi moralnya bejat, dan ada juga yang tidak mondok tapi moralnya baik.
“jika yang mondok moralnya baik itu memang begitu, idealnya sebagai insan yang terdidik akal dan ruhaninya,” jelas Deni.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




