Kepala Kemenag Lamongan Mukhlisin Mufa saat memberi sambutan dalam kegiatan rapat dan bimtek.
Hal senada juga diutarakan Kasubag TU Kemenag Lamongan, Khoirul Anam. Ia menekankan pentingnya literasi digital bagi penyuluh agama.
Anam turut mendorong para penyuluh untuk terus belajar, dan mengembangkan kemampuan digital agar materi penyuluhan dapat disampaikan secara menarik dan relevan.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Lamongan, Imam Hambali, meminta penyuluh agama untuk terus berinovasi dalam menyajikan konten keagamaan, termasuk melalui media sosial.
“Penyuluh Agama dilarang keras menyebarkan ujaran kebencian, SARA, hoaks, atau konten negatif di media sosial,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam menjalankan tugas serta membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas penyuluhan.
“Sinergi dengan pihak lain sangat penting untuk meningkatkan kualitas penyuluhan,” pungkasnya. (red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




