Wali Kota Pasuruan saat memberi sambutan.

Adi juga menyampaikan bahwa Pemkot Pasuruan tengah berupaya membentengi generasi muda, khususnya pelajar, melalui pendidikan terintegrasi yang berbasis kearifan lokal.
"Kota Pasuruan dikenal sebagai Kota Santri. Bukan hanya simbol, tapi juga kita upayakan agar itu tercermin dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan yang dekat dengan spirit keagamaan sehingga bermuara pada tercapainya kesalehan sosial," paparnya.
Menurut dia, kesalehan sosial dapat menjadi benteng dari pengaruh buruk modernisasi, termasuk konten negatif di media sosial. Ia menekankan pentingnya membentuk kepribadian yang baik sebagai dasar memilah informasi digital.
Adi juga menyampaikan apresiasi kepada Muslimat NU atas kontribusinya dalam pendidikan spiritual keagamaan dan penguatan sumber daya manusia di Kota Pasuruan.
"Terima kasih kepada Muslimat yang selama ini punya program kegiatan dan diikuti animo yang tinggi, turut serta menguatkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan saat ini," pungkasnya. (par/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




