Gubernur Khofifah saat bersama Menteri Pertanian dalam Gerakan Pangan Murah yang digelar serentak.
GPM juga dinilai selaras dengan peran strategis Jawa Timur sebagai Lumbung Pangan Nusantara dan penopang ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2025 tercatat 3,09 persen, tertinggi di Pulau Jawa, dengan investasi tumbuh 7,2 persen dan ekspor Juli naik 20,96 persen.
“Pasar murah yang kita lakukan selalu mendapat sambutan antusias masyarakat, menunjukkan kebutuhan yang nyata sekaligus bukti kehadiran pemerintah di tengah rakyat,” ucap Khofifah.
Berdasarkan data BPS Jatim, inflasi Agustus 2025 tercatat 2,17 persen (year-on-year) dengan deflasi bulanan 0,10 persen, menandakan harga bahan pokok relatif terkendali. Khofifah berharap agar GPM menjadi ekosistem berkelanjutan dari desa hingga kota.

Sementara itu, Menteri Pertanian turut memberikan apresiasi atas pencapaian Jatim sebagai provinsi dengan produksi dan penyerapan beras tertinggi nasional.
“Bapak Presiden menaruh perhatian khusus pada Jawa Timur dan meminta seluruh pihak untuk mendukung provinsi ini,” tuturnya.
Ia juga meminta Bulog Jatim memastikan distribusi beras SPHP berjalan lancar dan sesuai kebutuhan.
“Kita semua adalah pelayan rakyat, dan saya minta Dirut Bulog melaporkan distribusinya secara harian,” tuturnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Kementerian Pertanian RI, Forkopimda Jatim, Satgas Pangan Mabes Polri, Wali Kota Surabaya, Dirut Perum Bulog, pimpinan wilayah Bulog Jatim, kepala OPD Pemprov Jatim, serta undangan dari seluruh kabupaten/kota yang terhubung secara daring. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




