Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, bersama para kiai dan tokoh masyarakat di panggung acara istighatsah, tahlil dan doa bersama di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Rabu (3/9/2025). Foto: BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, mengaku menyetop ribuan warga dari berbagai daerah Jawa Timur yang sempat mau hadir ke acara istighatsah, tahlil dan doa bersama. Alasannya karena tempatnya yang semula di depan Gedung Negara Grahadi pindah ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Rabu (3/9/2025).
"Karena tempatnya pindah saya batalkan ribuan masyarakat yang mau hadir ke acara ini," kata pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu di depan ribuan warga dan driver ojek online (Ojol) yang mengikuti istighatsah, tahlil dan istighatsah di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Rabu (3/9/2025).
BACA JUGA:
- PWNU dan 23 PCNU se-Jawa Barat Dukung Kiai Asep Calon Rais 'Aam PBNU
- Antre Sedekah Kiai Asep, Ratusan Orang Datang Sejak Pukul 3 Malam di Siwalankerto Surabaya
- Ketua Panitia Muktamar NU Harus Adil dan Netral, Bukan Kubu Kiai Miftah, Bukan Kubu Gus Yahya
- Kiai Asep Bertemu Dubes Mesir Bahas Pendidikan, Mesir Siap Kirim 1.000 Guru Bahasa Arab
Pernyataan Kiai Asep itu dibenarkan Abdul Kholiq dari Bondowoso. Menurut dia, semula dirinya sudah fix membawa 500 orang dari kawasan Tapal Kuda.
"Saya sempat ditelpon intel Polres Bondowoso. Dia tanya berapa orang yang akan berangkat ke Surabaya. Saya jawab 500 orang. Tapi karena ada perubahan dari Pak Yai Asep. Akhirnya saya saja yang berangkat," ujar Abdul Choliq yang berada di Surabaya sejak Senin kemarin.
Menurut Kiai Asep, bukan hanya masyarakat dari daerah tapal kuda yang ditunda kedatangannya. Tapi juga dari empat kabupaten di Madura. Juga dari Jombang lainnya.
"Kita datangkan semua pada acara nanti, kalau kondisinya sudah kondusif dan memungkinkan," tegas pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu.
Meski Kiai Asep sudah menyetop ribuan warga yang sudah hadir tapi acara yang digelar sejak pukul 8.00 WIB diikuti ribuan warga, termasuk ratusan driver Ojol dari kawasan Surabaya. (mma)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




