Mudir Jatman Kraksaan, KH. Imam Qusairi Zain. Foto: Andi Sirajudin/BANGSAONLINE
Imam Qusairi juga mengaku saat ini dijajaran pengurus NU ada banyak kiai muda potensial yang layak untuk dicalonkan yakni ada KH. Hafidzul Hakiem Noer atau yang biasa dipanggil Nun Hafid pimpinan Sholawat Subbanul Muslimin.
Selain itu, ada juga Hasan Assadili Pengasuh Ponpes Alassumur, Kraksaan dan juga ada KH. Hassan Ahsan Malik yang saat ini jadi Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU). Beliau, salah satu kiai Khos Zainul Hasan Genggong, Pajarakan.
"Beliau-beliau ini kan bisa disandingkan, misalnya Nun Hafid bisa disandingkan dengan Kiai Hassan Ahsan Malik. Nun Hafid sebagai Tanfidz-nya dan Nun Alex atau Hasan Ahsan Malik jadi Rois-nya. Ini kan perpanduan yang klop dan menarik. Bisa juga Nun Hafid dengan Gus Hasan Assadili, ini kan juga perpanduan antara Genggong dan Nurul Jadid. Karena, Nun Hafidz kan afiliasinya ke Genggong dan Hasan Assadili merupakan keluarga besar Nurul Jadid. Nah, juga cukup bagus," sarannya dengan mimik serius.
Secara terpisah, Salah satu aktifis NU lulusan Universitas Al Azhar Kairo Mesir, dari Ponpes Sirojul Ummah Desa Kertosono, Kecamatan Gading Gus H. Adib Ali Rahbini mengatakan, jika dirinya berharap agar PCNU Kota Kraksaan nantinya dapat melahirkan pemimpin yang baru dan tak terafiliasi dengan partai politik manapun.
"Seyogyanya, NU adalah rumah besar dan perlu kita rawat bersama. Dan berharap PCNU tidak menjadi kelompok manapun. Karenanya, kita perlu adanya regenerasi kepemimpinan," ujar Gus Adip.
"Kami bukan pemilik suara. Tapi kami memiliki panggilan nurani dan punya aspirasi, agar peserta Konfercab tidak melupakan nilai sejarah panjang PCNU. Apalagi, muassis (pendiri) PCNU yaitu kiai Hasan sepuh Genggong pernah memberi nasehat, "Barang siapa yang ikhlas berjuang untuk Nahdlatul Ulama, maka dia akan beruntung dunia Akhirat," tandasnya.
Karenanya, Gus H Adib berharap ada perubahan struktural PCNU Kota Kraksaan untuk periode ke depan.
"PCNU harus berubah secara fundamental. Agar menjadi rumah besar, bagi seluruh lapisan warga NU. Selama ini, PCNU hanya dikuasai kelompok tertentu," tandasnya. (ndi/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




