Ilustrasi campak pada balita
Avira menambahkan, jumlah warga Pamekasan yang terdata positif campak kini mencapai 123 anak dari total 261 anak yang terduga.
Tingginya kasus campak di wilayah ini diduga kuat akibat rendahnya tingkat imunisasi.
"Kita mengimbau orang tua untuk segera membawa anaknya mengikuti imunisasi lengkap. Pencegahan dengan vaksinasi jauh lebih aman daripada menunggu gejala muncul," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Smart Pamekasan, dr. Yosi Nugrahaini, membenarkan adanya dua pasien terduga campak yang meninggal dunia.
Dari catatan rumah sakit, sejak Januari hingga 24 Agustus 2025, tercatat 210 pasien campak yang dirawat, dua di antaranya meninggal dunia.
"Rata-rata pasien yang masuk mengalami komplikasi, sehingga kondisi kesehatannya sudah berat ketika datang ke rumah sakit," tutupnya. (dim/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




