Sementara itu 1.006 siswa Tamtama, dengan durasi pendidikan 5 bulan, yang akan dilaksanakan di SPN Polda DIY (206 orang) dan SPN Polda Kalimantan Selatan (800 orang).
Selama pendidikan, para peserta didik tidak hanya akan dibekali pengetahuan dan keterampilan teknis kepolisian, namun juga akan dibentuk mental dan kepribadiannya dengan karakter Kebhayangkaraan.
“Mereka akan memahami doktrin Tribrata dan Catur Prasetya, yang tentunya akan mengubah sikap dan perilaku dari masyarakat umum menjadi personel Polri yang berkarakter Bhayangkara,” jelas Irjen Nanang.
Pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi sorotan utama dalam pidato tersebut.
Kapolda Jatim menegaskan bahwa pendidikan di lingkungan kepolisian memiliki peran vital dalam mempersiapkan calon anggota Polri menghadapi tugas dan tanggung jawab yang kompleks di era modern.
“Kita dituntut harus dapat beradaptasi dan berkembang mengikuti perkembangan teknologi dan informasi, mengingat pesatnya kemajuan teknologi yang telah mengubah lanskap kehidupan masyarakat,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




