Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat penyaluran beragam bantuan sosial di Pendopo Alun-Alun Kabupaten Gresik.
Selain itu, turut disalurkan pula bantuan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jatim dengan total bantuan Rp970.000.000. Bantuan tersebut diberikan untuk BUMDesa senilai Rp400.000.000 untuk empat desa; Bantuan untuk Desa Berdaya Rp400.000.000 yang diserahkan untuk empat Desa; serta Jatim Puspa senilai Rp170.000.000 yang diberikan untuk satu Desa.
Bantuan-bantuan ini terbukti ampuh untuk menekan angka kemiskinan di Jatim. Berdasarkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025 yang dirilis pada Jumat (25/7) lalu, angka kemiskinan turun pada angka 9,50 persen.
Angka tersebut turun sebanyak 0,29 persen poin dari 9,79 persen pada Maret 2024 atau setara 17.940 masyarakat miskin. Sehingga, jumlah penduduk miskin kini tercatat sebanyak 3.836.520 jiwa.
"Alhamdulillah angka kemiskinan di Jawa Timur terus turun. Per Maret 2025 turun menjadi 9,50 persen," ungkapnya.

Kepada para penerima bansos, utamanya para pilar-pilar sosial Jatim, Khofifah menyampaikan terima kasih atas seluruh dedikasi dan kerja keras yang diberikan. Para pilar sosial disebutnya sebagai garda terdepan dalam kebencanaan, penanggulangan kemiskinan hingga sentuhan kepada masyarakat berkebutuhan khusus.
"Inilah hasil kerja keras rekan-rekan kita yang selalu di lini terdepan dalam upaya penurunan kemiskinan," terang Khofifah.
"Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh penerima," pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengucapkan terima kasih atas berbagai bansos yang disalurkan oleh Pemprov Jatim kepada masyarakat Kab. Gresik. Ia berharap agar Bansos yang disalurkan menjadi kebermanfaatan yang barokah bagi masyarakat.
"Adanya Bansos PKH dan lainnya semoga menjadi satu sistem yang bisa membantu keluarga-keluarga miskin yang membutuhkan. Matur nuwun Ibu Gubernur, semoga upaya ini akan menjadi ladang pahala bersama kita semua," tandasnya. (dev/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




