Kiai Asep Rasakan Banyak Jin saat Pimpin Shalat Malam & Istighatsah di Pendopo Peringgitan

Kiai Asep Rasakan Banyak Jin saat Pimpin Shalat Malam & Istighatsah di Pendopo Peringgitan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA saat memberikan taushiyah dalam acara shalat malam dan istighatsah di Pendopo Peringgitan Pemkab Mojokerto, Sabtu (26/7/2025) malam. Foto: MMA/bangsaonline

Menurut dia, Imam Al Ghazali mengatakan: ففساد الرعايا بفساد الملوك وفساد الملوك بفساد العلماء. Artinya, maka kerusakan rakyat itu karena kerusakan penguasa, dan rusaknya penguasa itu karena rusaknya para ulama.

“Maka kita bersyukur punya pemimpin yang baik seperti Kiai Asep dan Gus Bara,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah dan mantan anggota DPR RI dari PAN itu.

Menurut Prof Zainuddin Maliki, seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tahu apa yang harus dilakukan untuk memajukan dan menyejahterakan rakyatnya. Kiai Asep dan Gus Bara, menurut Prof Zainuddin Maliki, memenuhi kriteria itu.

Selain Zainuddin Maliki, Kiai Asep juga mempersilakan Komandan Korem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo dan Dr Muhammad Al Barra (Gus Bara) menyampaikan sambutan.

Dalam sambutannya, Gus Bara mengungkapkan bahwa di Mojokerto banyak fasilitas pendidikan tak layak pakai. Selain itu ada 16.000 rumah penduduk yang tak layak huni.

Menurut Gus Bara, problem sosial dan pendidikan ini secara bertahap telah ditangani.

“Sebanyak 500 rumah tak layak huni sudah dibangun dan direnovasi,” tutur Gus Bara.

Begitu juga masalah kesehatan yang pada pemerintahan sebelumnya banyak dikeluhkan rakyat Mojokerto. “Sekarang warga Mojokerto cukup menunjukkan KTP untuk berobat di rumah sakit. Gratis,” kata Gus Bara sembari mengatakan bahwa untuk penanganan kesehatan itu telah dianggarkan sebesar Rp 66 miliar. Sedangkan untuk perbaikan fasilitas pendidikan dianggarkan sebesar Rp 15 miliar.

Menurut Kiai Asep, acara shalat malam dan istighatsah, selain untuk keterkabulan hajat kita juga untuk mendoakan Bupati Gus Bara, Presiden Prabowo dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

“Agar Mojokerto menjadi kabupaten termaju, Jawa Timur menjadi provinsi termaju dan Indonesia menjadi negara termaju, adil dan makmur,” kata Kiai Asep sembari berharap mereka menjadi pemimpin yang adil, bijaksana, dan damai serta terhindar dari fitnah dan malapetaka.

Hadir dalam acara itu Achmady, mantan bupati Mojokerto dan putranya, Rizal Octavian, yang kini Wakil .

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO