Gubernur Khofifah saat berada di Wisata Bukit Kayoe Putih, Kabupaten Mojokerto.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah mengapresiasi capaian Nilai Transaksi Ekonomi Kelompok Tani Hutan (NTE KTH) Jawa Timur sebagai yang tertinggi secara nasional. Keberhasilan ini dinilai tidak lepas dari hilirisasi dan inovasi yang terus dilakukan oleh masyarakat perhutanan sosial di Jawa Timur.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam acara Sinergi Rimbawan: Pemulihan Ekosistem & Peningkatan Sosial Ekonomi di Wisata Bukit Kayoe Putih, Kabupaten Mojokerto, Selasa (22/7/2025).
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
“Jadi NTE KTH kita tertinggi di antara semua provinsi di Indonesia. Saya pikir ini semua karena panjenengan bisa membangun hilirisasi dan inovasi untuk di banyak sektor sehingga nilai tambah dari produk KTH bisa lebih maksimal lagi,” urai Khofifah.

Pada 10 Desember 2024, Jawa Timur menerima penghargaan dari Menteri Kehutanan atas capaian NTE KTH sebesar Rp619,9 miliar (47,57 persen dari NTE Nasional). Bahkan hingga 21 Juli 2025, NTE KTH Jatim tercatat Rp777 miliar atau 43,85 persen dari total nasional.
“Dengan kegiatan ini, kita mau melihat pemulihan ekosistem dan kemudian bagaimana dampak terhadap sosial ekonominya. Ini semua harus negotiable, artinya bisa duduk bersama dan berdiskusi,” kata Khofifah.
Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan kinerja, ia menyerahkan penghargaan kepada 46 penerima dalam lima kategori, mulai dari Dukungan Pemulihan Ekosistem Darat hingga Fasilitasi Sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




