Dosen ITS ketika sedang praktik dalam pelatihan di Beifang Automotive Education Group, Beijing, Tiongkok. (Ist)
Bambang pun menegaskan, manfaat dari pusat pelatihan ini tidak hanya bisa dinikmati oleh mahasiswa ITS, tetapi juga peserta dari luar ITS seperti siswa SMK yang ingin mendalami otomotif. Pusat pelatihan ini rencananya rutin menggelar pelatihan yang dapat diikuti oleh peserta yang tidak hanya berasal dari ITS.
“Nantinya, peserta dengan potensi terbaik rencananya akan diterbangkan ke Beifang untuk melanjutkan pelatihan,” ujarnya.
Profesor dari Departemen Teknik Mesin ITS ini berharap, perluasan kerja sama ini dapat meningkatkan penguasaan bidang otomotif di Indonesia. Selain itu, dirinya pun berharap mempercepat transfer pengetahuan terkait energi baru otomotif untuk mendorong riset dan inovasi.
“Hingga suatu hari, seiring meningkatnya pengetahuan terkait otomotif, muncul wirausaha atau start up di bidang kendaraan energi baru,” harapnya.
Ke depannya, Bambang menyampaikan bahwa ITS berkomitmen untuk selalu mendukung kemajuan teknologi otomotif, khususnya dalam hal kendaraan energi baru. Dengan memanfaatkan fasilitas pelatihan dan riset terbaru hasil kerja sama ini, ITS siap mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan industri otomotif global yang dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. (msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




