Sebanyak 22 jemaah haji kloter SUB 75 beserta 4 petugas haji daerah asal Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali ke kampung halaman pada Jumat (11/7/2025).
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Setelah sempat tertunda selama 4 hari, sebanyak 22 jemaah haji kloter SUB 75 beserta 4 petugas haji daerah asal Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali ke kampung halaman pada Jumat (11/7/2025). Mereka dijadwalkan terbang dari Surabaya menuju Labuan Bajo dengan transit di Denpasar terlebih dahulu.
Ketua kloter 75, Abdul Murtalib Nurdin, menceritakan pada Senin (7/7/2025) lalu mereka sebenarnya sudah berada di ruang tunggu Bandara Juanda. Namun kemudian mendapatkan pengumuman bahwa penerbangan mereka dibatalkan.
BACA JUGA:
- CJH Bangkalan Kloter 72 dan 73 Tiba di Jeddah, Seluruh Jemaah Dilaporkan Sehat
- Mengapa Dam Haji Tidak Bisa Dipindahkan ke Indonesia
- Kemenhaj Tegaskan Larangan Jemaah Haji Ikut Ziarah dan City Tour Sebelum Puncak Armuzna
- Cuaca Musim Haji 2026 Hari Ini: Makkah Tembus 41 Derajat, Kelembapan Madinah Cuma 14 Persen
Saat itu, mereka sedang bersiap terbang dengan pesawat Super Airjet dengan tujuan langsung ke Bandara Komodo, Labuan Bajo NTT.
"Kami diberitahukan jika Bandara Komodo, Labuan Bajo ditutup karena kondisi alam saat itu tidak memungkinkan," tuturnya.
Akibat abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki yang meletus pada Senin (7/7/2025), Bandara Komodo Labuan Bajo ditutup sementara pada 7-8 Juli 2025.
Abdul Murtalib mengungkapkan uang tiket yang dibatalkan akan dikembalikan 100 persen oleh maskapai.
"Cuma hingga hari ini kami masih menunggu pencairan uang tiket. Untuk kepulangan ini kami memakai biaya sendiri," terangnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




