"Awalnya PMI datang menyampaikan bahwa akan ada kegiatan bakti masyarakat. Saya pribadi sangat senang karena ini bukan hanya aksi simbolis. Donor darah baru pertama kali diadakan di desa kami, jadi masyarakat sangat antusias," kata Sunadi, Sekretaris Desa Duren Sewu.
"Kalau soal kampanye hijau, masyarakat jelas senang. Soal penghijauan, warga di sini sangat peduli. Mereka banyak yang ikut melihat, bahkan ada yang turut berpartisipasi," tambah Sunadi.
Diani Mufida, pembina PMR dari SMKN 1 Grati, juga mengapresiasi kegiatan ini karena mendidik peserta PMR untuk melaksanakan nilai-nilai Tri Bakti PMR secara nyata.
"Banyak hutan yang kini gundul. Lewat aksi penghijauan, kita bisa kembalikan fungsi alam sebagai penyedia oksigen dan sumber air. Ini bagian dari bakti di masyarakat," katanya.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Pasuruan, H. Agus Sutiadji, dalam sambutannya menegaskan bahwa acara ini bukan hanya sarana pertemuan, tapi menjadi wadah untuk membangun semangat kemanusiaan dan kepedulian.
"Peserta tidak hanya menjalankan keterampilan hidup sehat, tapi juga berkarya dan berbakti kepada masyarakat serta mempererat persahabatan," katanya.
Dengan dua kegiatan bakti masyarakat yang menyentuh langsung kebutuhan sosial dan lingkungan, Jumbara PMR XVII membuktikan bahwa generasi muda mampu memberi kontribusi nyata bagi kemanusiaan dan kelestarian alam. Aksi kecil dari ribuan peserta ini menjadi bukti bahwa perubahan besar selalu berawal dari kepedulian yang ditanam sejak dini. (maf/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




