Acara Haflah Akhirus Sanah Pesantren Tebuireng Jombang, Sabtu (24/6/2025). Foto: M. Mas'ud Adnan/bangsaonline
Akibatnya bangsa Indonesia mengalami problem karakter. Gus Rifky memberi contoh masyarakat kita malas antri. Tidak disiplin.
“Bahkan ada orang merokok di bawah tulisan dilarang merokok,” ujar Gus Rifky.
Menurut dia, problem karakter ini harus diatasi sejak dari pesantren. Sebab pesantren merupakan lembaga pendidikan yang kaya nilai serta representasi atau pengejewantahan ajaran Islam.
Gus Rifky memberi contoh soal akhlak yang ditekankan di pesantren. Juga kejujuran.
“Pesantren menonjolkan (pendidikan) karakter,” katanya.
Begitu juga soal kebersihan. Pesantren seharusnya menjadi pelopor. Karena hanya Islam yang mengajarkan kebersihan.
“Ada gak agama lain yang mengajarkan thaharah (bersuci-Red). Ini berarti mengajarkan kebersihan,” kata Gus Rifky.
Karena itu, menurut Gus Rifky, karakter itu harus dimulai dari pesantren. Menurut dia, Pesantren Tebuireng sampai saat ini masih menjadi sentral nilai yang dianut atau diikuti masyarakat, termasuk lembaga pendidikan lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




