Penampilan Rhoma Irama palsu, Surya Aka, di atas panggung. Foto: ist
“Saya waktu itu wartawan magang. Saya wawancara Rhoma seolah sudah kenal lama. Tulisan saya itu jadi headline di koran (tempat magang) saya,” kata Surya Aka bangga.
Surya Aka menjadi nara sumber Podcast BANGSAONLINE bersama Muchit Husnan, Sekretaris FORSA Jawa Timur. Muchit sehari-harinya bekerja sebagai Sekretaris staf kesekretariatan PCNU Surabaya.
Seperti Surya Aka, Mukhit juga penggila Rhoma. Saking gilanya pada Rhoma, Muchit Husnan juga sering tampil di panggung mengenakan kostum ala Rhoma. Ia juga pegang gitar buntung. Padahal wajahnya samasekali tak mirip.
“Wajah saya kan lonjong, tak mirip. Saya juga tak bisa main gitar,” kata Muchit Husnan sembari tertawa.

Penampilan Muchit Irama yang wajahnya sama sekali tak mirip Rhoma Irama. Foto: ist
Wajah Muchit sama sekali tak mirip Rhoma. Tapi ia pede sekali menaruh Irama di belakang namanya. Jadilah Muchit Irama. Lucu, memang.
Uniknya, ternyata Rhoma palsu disukai masyarakat. Bahkan, menurut Surya Aka, beberapa stasiun TV yang punya program hiburan atau musik banyak yang minta Rhoma palsu untuk tampil.
“Ada program TV yang minta 100 ropal (Rhoma palsu), karena lucu dan menarik,” kata Surya Aka sembari menyebut stasiun TV swasta nasional.
Lalu bagaimana respons Rhoma Irama sendiri terhadap munculya Rhoma-Rhoma palsu itu? Adakah pengaruh dakwah Rhoma terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama para penggemarnya? Silakan tonton Podcast BANGSAONLINE di channel YouTube.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




