Potongan video seorang ibu menceburkan motor trail ke tambak yang dibuat Desa Pandanan dalam lomba desa digital tingkat nasional yang diadakan Kemendes RI. Foto: Ist.
"Itu konsepnya, jadi video pendek dibuat perangkat dan anak-anak karang taruna sendiri. Supaya lucu menghibur dan jadi bahan penilaian juga, konsepnya motor trail kesayangan dilempar ke tengah kolam pancing. Ya tidak masalah mengorbankan trail, senang ada hasil bisa mewakili Kabupaten Gresik," terang Suryadi bangga.
Sementara itu, Kabid Bina Pemdes pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pemkab Gresik, Rian Pramana, memastikan bahwa Desa Pandanan mewakili Kabupaten Gresik lomba desa digital tingkat nasional.
Menurutnya, proses seleksi digelar mulai 15 Mei hingga akhir Mei 2025 lalu, yang diikuti sebanyak 20 desa peserta se-kabupaten Gresik. Namun, dari hasil seleksi dan penjurian tim Kemendes, hanya empat desa yang berhak mewakili Kabupaten Gresik lomba desa digital tingkat nasional. Yaitu, Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampean; Desa Gapura, Kecamatan Gresik; Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti; dan Desa Pasinan Lemah Putih, Kecamatan Wringinanom.
Pandanan dan tiga desa tersebut, tambah Rian, memenuhi kriteria atau indikator penilaian yang ditentukan oleh dewan juri dari Kemendes, antara lain insfratruktur digital desa, pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat melalui teknologi, kreativitas dan inovasi dalam penggunaan teknologi, serta keberlanjutan dan pengelolaan teknologi.
"Kami buka secara umum, kecamatan bisa mengirimkan perwakilan lebih dari 1, tapi karena sosialisasi lombanya dari Kemendes mepet rata-rata cuma mengirim 1 perwakilan tiap kecamatan," katanya.
Selanjutnya, Desa Pandanan dan tiga desa perwakilan, akan kembali diseleksi oleh tim juri Kemendes. Tiga desa itu akan bertarung dengan desa desa lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Proses penjurian berlangsung sejak awal Juni hingga 23 Juni 2025 mendatang. (hud/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






