Petugas BPBD Gresik dan Bhabinkamtibmas saat menyiapkan perahu karet untuk evakuasi korban banjir luapan Kali Lamong. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kali Lamong yang melintasi wilayah Balongpanggang, Benjeng, Kedamean, dan Cerme, meluap Senin (9/6/2025) dini hari.
Akibatnya, 6 desa di Kecamatan Balongpanggang terendam. Yakni Desa Ngampel, Dapet, Sekarputih, Wotansari, Banjaragung, dan Karangsemanding.
BACA JUGA:
- Siapkan Anggaran, DPRD dan Pemkab Gresik Kompak Driyorejo Bebas dari Banjir Kali Avoor
- Bupati Gresik Soft Launching Gresik Universal Science, Wisata Edukasi Digital di Balongpanggang
- Cegah Banjir, Warga Babaksari Gresik Gotong Royong Perbaiki Tanggul Bengawan Solo
- Perbaikan 2 Titik Tanggul Anak Kali Lamong di Cerme Gresik Ditarget Rampung Tiga Hari
Ketinggian air rata-rata mencapai 20-70 cm. Tidak ada korban jiwa. Namun ratusan rumah dan puluhan hektare area persawahan tergenang.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pemkab Gresik, FX Adriatmiko Herlambang menyampaikan, Kali Lamong meluap diakibatkan curah hujan tinggi di kabupaten tetangga Gresik yang merupakan hulu Kali Lamong. Yakni, Kabupaten Lamongan dan Mojokerto.
"Banjir luapan Kali Lamong merendam enam desa di Kecamatan Balongpanggang karena limpahan air dari wilayah hulu Kali Lamong," ujar Miko.
Ia menyebutkan, dari enam desa yang terendam, desa terdampak paling parah adalah Dapet dan Wotansari.
Di Desa Dapet terdapat 155 rumah yang dihuni 557 jiwa terendam. Selain itu, 20 hektare area sawah, 3 Km jalan desa, dan 100 meter jalan nasional terendam.
Kemudian, Desa Wotansari terdapat 245 rumah yang dihuni 765 jiwa terendam. Selain itu, 40 hektare sawah dan 3 Km jalan desa terendam.
"Debit air masih cenderung naik, kami mengimbau agar warga selalu waspada," tandas Miko. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




