Gubernur Khofifah menyampaikan NTE KTH Jatim tertinggi se-Indonesia. (Ist)
Gubernur Khofifah mengatakan bahwa para Penyuluh Kehutanan selalu hadir bagi masyarakat sekitar hutan yang ingin menumbuhkembangkan usaha kerakyatan masyarakat yang produktif.
“Para penyuluh kehutanan ini tugasnya sangat mulia. Mereka terus mendorong masyarakat untuk terus produktif, namun tetap menjaga kelestarian hutan di mana mereka tinggal,” terangnya.
Di akhir, Gubernur Khofifah berpesan kepada seluruh Penyuluh Kehutanan untuk terus mempertahankan kinerja dan dedikasi mendampingi KTH dalam upaya hilirisasi atas komoditas yang dihasilkan. Harapannya, nilai tambah produk akan dinikmati langsung oleh masyarakat setempat.
Terkait dengan permodalan dan akses pasar, Pemprov Jatim disebutnya telah memiliki instrumen kredit lunak dan fasilitasi pendampingan eksport melalui dinas atau lembaga terkait.
“Tentu kita tidak ingin masyarakat lokal hanya menjadi penonton. Kawan-kawan kita harus berdaya di wilayahnya sendiri. Tentu berbekal sinergitas di internal OPD Pemprov dan pelaku usaha yang terbangun dengan baik, kita optimis Jatim akan semakin maju dan makmur,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Pemprov Jatim sebelumnya menerima penghargaan dari Kementerian Kehutanan atas capaian NTE KTH tertinggi nasional pada periode Tahun 2024 dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Penyuluhan Kehutanan Tahun 2024.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Kehutanan kepada Top 10 Provinsi dengan capaian NTE tertinggi se-Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Jatim juga berhasil menempati urutan pertama, di mana mencatatkan capaian NTE sebesar 619.901.125.335 atau 47,57 persen dari NTE Nasional. (dev/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




