Candi Arjuna. Foto: M. Sulthon Neagara/BANGSAONLINE.com
BANGSAONLINE.com - Candi Arjuna merupakan peninggalan sejarah peradaban Hindu yang terletak di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. Bangunan Candi Arjuna bersandingan dengan Candi Semar, dan masuk dalam Kawasan Wisata Kompleks yang meliputi Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.
Mengutip dari laman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, candi ini diperkirakan sebagai candi tertua yang dibangun pada abad 8 Masehi oleh Dinasti Sanjaya dari Mataram Kuno.
BACA JUGA:
- Beberapa Komoditas Pangan di Jateng Hari Ini Turun, Khusus Cabai Rawit Tetap Meroket
- Fluktuasi Harga Sembako Jateng di Awal Ramadhan 2026: Cabai Naik, Rawit Hijau Turun
- Harga Komoditas Pangan di Jateng Hari Ini Merosot, Khusus Cabai Rawit Masih Naik
- Rata-rata Harga Sembako di Jateng Hari Ini Naik, Cabai Rawit Melonjak hingga Rp15 Ribu
Candi Arjuna dibangun untuk persembahyangan umat Hindu di masa Mataram Kuno Wangsa Sanjaya. Sementara Candi Semar sebagai candi perwara atau pelengkap dari Candi Arjuna.
Percandian di Dieng menjadi bukti penyebaran agama Hindu tertua di pulau Jawa. Hal ini ditunjukkan dengan penemuan salah satu prasasti di sekitar Candi Arjuna, di mana dalam prasasti tersebut, tertulis tahun 731 Caka atau sekitar tahun 808 Masehi dengan menggunakan aksara Jawa kuno dan diperkirakan sebagai prasasti tertua dengan tulisan Jawa kuno.
Dari situ para ilmuwan menyimpulkan bahwa, Candi Arjuna dibangun pada pemerintahan raja-raja Wangsa Sanjaya. Di sekitar kawasan Candi Arjuna juga ditemukan Arca Dewa Syiwa yang saat ini di simpan di Museum Nasional Jakarta.
Terkait penamaan Candi Arjuna, hingga saat ini belum ada yang benar-benar tahu apa nama asli dari candi tersebut. Salah satu warga lokal yang bekerja sebagai pemandu wisata wilayah Dieng menyebutkan bahwa nama Candi Arjuna dinamakan oleh warga sekitar.
"Sampai sekarang tidak ada yang tahu nama asli candi ini, nama (Candi Arjuna) tersebut dari masyarakat sekitar sini, masyarakat sekitar masih mengaitkan dengan pewayangan," terangnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




