Gubernur Khofifah bersama cicit Syekh Abdul aqadir Al Jailani, Syekh Afeefuddin Al Jailani, saat doa bersama.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 20.000 jamaah Muslimat NU larut dalam doa untuk bangsa bersama cicit Syekh Abdul aqadir Al Jailani yaitu Syekh Afeefuddin Al Jailani yang digelar dalam rangka Harlah Ke-79 Muslimat NU, dan peringatan Hari Kartini di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) beberapa hari lalu.
Kehadiran cicit ke-33 Nabi Muhammad SAW, dan keturunan ke-19 dari Al-Sheikh Abdul Qadir Al-Jailani ini menambah khusyuk serta syahdu doa bersama yang juga dihadiri oleh Gubernur Jatim yang juga Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.
BACA JUGA:
- Dampingi Sheikh Afeefuddin di Ponpes Genggong, Gubernur Khofifah: Pesantren Benteng Moral Jatim
- Gubernur Khofifah Bahas Kerja Sama Jatim-Yaman di Grahadi
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
"Alhamdulillah, hadir di tengah-tengah kita tamu kehormatan kita yang kita muliakan Maulana Syaikh Afeefuddin Al Jailani. Beliau adalah dari garis Sayyidina Hasan wal Husain dan cicit dari Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani," kata Khofifah.
Bahkan, Mahalul Qiyam yang dibacakan oleh para jamaah doa bersama juga bersambung langsung dengan Syaikh Afeefuddin Al Jailani. Mengingat, ada bait berbunyi "Ya Jaddal Hasan wal Husain" atau "Wahai Kakek dari Hasan dan Husain" yang garus keturunannya bersambung ke Syaikh Afeefuddin.
Tak hanya itu dalam kesempatan ini, Khofifah juga mengajak para jamaah Muslimat dan Syekh Afeefuddin untuk mendoakan kemajuan Jawa Timur dan Indonesia agar masyarakat hidup damai, bahagia sejahtera.
Sementara itu, Syaikh Afeefuddin Al-Jailani mengatakan bahwa dirinya merasa terhormat bisa hadir di tengah-tengah puluhan ribu jemaah. Terlebih mereka merupakan para sosok ibu inspiratif dalam Muslimat NU.
"Saya tidak melihat di depan saya ini ibu-ibu, tetapi saya melihat lautan cinta yang ada di sini. Kita belajar cinta dari para ibu, dari saudara perempuan kita. Hanya mereka yang mampu menumbuhkan cinta dan saya malah belajar dari mereka," tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




