Ilustrasi pelecehan
Namun AYP tak tahu siapa sebenarnya sosok laki-laki itu, apakah keluarga dari QAR, atau bukan.
"Yang kedua pada saat klien kami masuk ke dalam ruangan, yang waktu itu diantar oleh salah satu perawat juga ada seorang laki-laki yang ada di dalam. Nggak tahu itu keluarga atau siapa, tapi ada di dalam ruangan itu," jelasnya.
"Cuma orang itu siapanya si pasien kita tidak tahu. Tapi orang itu fisiknya seperti apa wajahnya seperti apa itu sudah kita kantongi juga. Kita di sini menerangkan apa yang sebenarnya terjadi," tambahnya.
Dokter AYP Tantang QAR
Selain itu, lanjut Alwi, kliennya menantang jika memang terbukti dirinya melakukan tindakan pelecehan seksual. Ia menyebut, harus dibuktikan dengan adanya bukti pendukung.
"Kita di sini menerangkan apa yang sebenarnya terjadi. Kita tidak merekayasa, tidak mengurangi, adapun kalau memang tidak detail itu karena peristiwanya lama, 2022. Jadi lebih bagus semuanya dibuka saja kan begitu semisal CCTV dan sebagainya," tandasnya.
Laporkan QAR atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Selain itu, kata Alwi, kliennya sebenarnya sudah melaporkan QAR atas dugaan pencemaran nama baik, beberapa jam sebelum QAR mengadukan ke polisi terkait dugaan pelecehan seksual, pada Jumat 18 April 2025 sekitar pukul 13.25 WIB, sedangkan QAR dan tim penasehat hukumnya baru laporan ke Polresta Malang Kota, pada Jumat sorenya.
"Jadi waktu itu kita yang lapor duluan, kalau nggak salah setelah itu sorenya Q melapor. Jadi kita dipukul 13.25 sudah mengadukan, orangnya kalau nggak salah Q mengadukan. Kita cuma mengadukan sebenarnya," urainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




