Bupati Pamekasan Kholilurrahman bersama Wakil Bupati Sukriyanto saat memberikan keterangan terkait polemik antara Perhutani dengan nelayan Desa Tanjung.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Pamekasan Kholilurrahman berjanji menangani langsung persoalan antara Perhutani KPH Madura dengan nelayan di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu.
Hal itu disampaikan Kholilurrahman saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (26/4/2025). Menurutnya, langkah pertama yang akan dilakukan adalah membuka ruang mediasi antar kedua belah pihak.
Ia berharap pihak Perhutani selaku pelapor dalam kasus tersebut lebih mengedepankan nilai-nilai sosial dengan diskusi dan duduk bersama.
"Tidak ujuk-ujuk menempuh jalur hukum, sekalipun memang haknya, sehingga semuanya bisa happy ending," katanya.
Ia juga mengimbau semua pihak bisa menahan diri, termasuk PC PMII dan nelayan.
"Perhutani juga jangan mendahulukan ego sektoral, sehingga bisa terselesaikan dengan baik dan tidak menguras energi," terangnya.
Sebelumnya, perselisihan antara Perhutani dan nelayan tersebut dipicu adanya dugaan perusakan hutan mangrove di Sungai Desa Tanjung yang disebabkan oleh pengerukan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




