Tafsir Al-Hajj 1-2: Hari Itu Sangat Mengerikan

Tafsir Al-Hajj 1-2: Hari Itu Sangat Mengerikan Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i.

TAFSIR

Dinamakan surah al-Hajj karena di dalamnya terdapat syariah haji, menyinggung soal baitullah yang mempunyai daya tarik tersendiri, sehingga mereka datang dari berbagai penjuru dunia. Ada yang berjalan kaki dan ada yang naik kendaraan.

Al-Imam Ahmad al-Sawy menggolongkan surah ini pada kelompok Makkiyah dan juga sebagai Madaniyah. Ya, karena tidak semua ayatnya Makkiyah, ada juga yang turun setelah hijrah alias Madaniyah.

Surah ini diawali dengan nida’, sapaan “ya ayyuha al-nas..” Hai para manusia. Di dalam kajian ulum al-qur’an nida’ tersebut memang salah satu tanda ayat Makkiyah. Sebuah panggilan penghormatan atas martabat manusia. Di mana orang-orang kafir Makkah sudah sejak dulu mengenal syari’ah haji.

Tetapi di dalam surah itu juga ada syari’ah haji, seperti thawaf, berkorban dengan mneyembelih ternak, bahkan syariah perang atau jihad melawan musuh kafir pertama kali diizinkan oleh turunnya salah satu ayat pada surah itu. Itu semua adalah hukum islam dan salah satu ciri ayat Madaniyah adalah mengandung hukum.

Namanya ciri tentu tidak mutlak sebagai identity. Pada persoalan ini beberapa ayat Madaniyah juga ada yang diawali dengan nida’ “Ya ayyuha al-Nas” seperti surah al-Hajj ini yang jumlah ayatnya 78 ayat selain basmalah. Akan tetapi tidak dibalik, yakni tidak ada surah atau ayat Makkiyah yang diawali dengan nida’ khas, “Ya Ayyuha al-ladzin amanu”, wahai orang yang beriman. Mengapa..?.

“Al-nas”, manusia, itu sapaan umum, karena kemanusiaannya. Sedangkan “al-ladzin amanu” itu sapaan identitas, keimanan, lawannya kekafiran. Sapaan al-nas, adalah sapaan universal, mencakup semua manusia, lintas diskriminasi, baik ras, agama maupun gender. Mereka yang disapa dengan ini tentu rumongso di-uwongno, dimanusiakan.

Maka di sinilah Tuhan memanfaatkan nida’ tersebut sebagai pintu masuk untuk menyampaikan pesan. Hal demikian karena harga diri dan martabat mereka telah disanjung lebih dahulu. Pesannya bersifat universal dan menyentuh, maka selanjutnya berpeluang didengar, direnungkan, dan selanjutnya diterima.

Tidak sama dengan nida’ khusus, ya ayyuha al-ladzin amanu. Maka sapaan identitas ini hanya bagi yang beriman saja. Sedangkan yang tidak beriman, yang kafir atau musyrik, tidak disapa dan pasti tersinggung. Inilah etika ilahiyah, di mana Tuhan sangat santun dan mempertimbangakan perasaan manusia.

Gampangnya begini: kafaru, asyraku, kafir, musyrik, bagi orang arab itu penggelaran, sebutan buruk dan tidak nyaman bagi mereka. Meskipun mereka kafir sungguhan dan musyrik sungguhan. Seperti gelaran “maling, pelacur, koruptor dan sebagainya”. Walapun mereka maling, pelacur, koruptor sungguhan, tapi mereka tidak nyaman dipanggil begitu. Maka:

Pertama, di dalam al-qur’an tidak ada nida’ “Ya Ayyuha al-ladzin Kafaru”, wahai orang-orang kafir. Kecuali satu kali, yaitu pada surah al-Tahrim :07. Dan itu dalam kontek mencemooh saat mereka ada di neraka, bukan kontek sapaan saat di dunia. “ ya ayyuha al-ladzin kafaru La ta’tadziru al-yaum”.

Hal demikian karena yang bisa diajak bicara baik-baik hanya orang beriman saja. Orang yang kafir tidak bisa, karena nuraninya telah tertutup. Tidak mau mendengar dan maunya didengar saja. Yang ada di kepalanya hanyalah “pokok-e”. wis ngene iki yowis, titik.

Kedua, jika di dalam komunitas orang beriman di Madinah atau Madania community nida’ bisa pakai Ya ayyha al-nas seperti ditera di atas, maka di Makkia community tidak bisa. Kalau dipaksakan, jadinya bisa runyam dan berakibat buruk bagi orang-orang beriman yang tinggal di situ yang jumlahnya relatif sedikit dan lemah.

Para kafir tersebut pasti sangat tersinggung dengan nida’ tersebut dan akibatnya malah membenci orang-orang yang beriman. Hal itu karena mereka merasa tidak disapa oleh Langit sehingga menimbulkan kebencian dan menyulut kemarahan. Dan yang pasti mereka akan semakin menjauh dan berpotensi menjahati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Pandemi, Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto Ajak Anggotanya Peduli Sesama':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO