Foto: X
BANGSAONLINE.com – Green Day menunjukkan dukungannya terhadap Palestina dengan mengganti lirik pada lagunya, Jesus of Suburbia, yang rilis pada 2004 di festival musik Coachella 2025 pada Sabtu (12/4/2025).
Bukanlah Green Day apabila tidak menyelipkan komentar politik yang kuat dalam konsernya. Band punk ini menyampaikan pesan penting tentang Gaza di festival musik tersebut.
BACA JUGA:
- Kunjungi Amanatul Ummah, Kementerian Pendidikan Palestina: Mereka Bunuh Kami Karena Belum Beradab
- Jelang Ramadan, Polisi Israel Tangkap Imam Masjidil Aqsha
- Dilepas Gubernur Khofifah, Ride for Palestine 2025 Bawa Pesan Kemanusiaan dari Surabaya ke Kemenlu
- Resmi Jadi Kakek, Putri Liam Gallagher Lahirkan Bayi Pertama
Memimpin panggung utama, Green Day tampil selama satu setengah jam. Billie Joe Armstrong, vokalis band ini, mengubah lirik lagu dari Jesus of Suburbia untuk menyorot penderitaan anak-anak Palestina.
Hal ini tentu saja membuat penonton bersorak karena Green Day telah menunjukkan rasa solidaritasnya terhadap Palestina.
Faktanya, menyuarakan isu-isu politik dan kemanusiaan memang ciri khas Green Day dalam aksi panggungnya. Salah satu lagu mereka yang berjudul American Idiot, merupakan lagu yang mereka ciptakan untuk mengkritik pemerintahan Amerika Serikat.
Selain Green Day, Coachella 2025 juga menghadirkan berbagai penyanyi ternama seperti Charli XCX, Travis Scott, Lady Gaga, dan banyak lagi. Festival musik tahunan ini diselenggarakan selama enam hari di akhir pekan yaitu pada 11 sampai 13 April dan 18 sampai 20 April 2025 di California, Amerika Serikat. (mg 1)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




