Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA. Foto: MMA/bangsaonline
Kiai Asep juga menyinggung soal pemutihan pajak kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. Menurut dia, Khofifah sudah cukup lama membebaskan denda pajak kendaraan yang nunggak.
Menurut dia, bisa saja Khofifah membebaskan denda pajak sekaligus pajak pokok yang nunggak sekian tahun.
“Tapi Bu Khofifah kan penuh perhitungan dan hati-hati. Karena kalau pajak yang ditunggak sekian tahun dibebaskan bisa menimbulkan kecemburuan masyarakat yang rutin bayar pajak. Sekarang kan sudah mulai ada yang protes. Mereka yang patuh pajak bilang, kalau begitu tahun depan saya tak akan bayar pajak sekian tahun, toh nanti akan dibebaskan dan tidak akan kena denda. Bahkan pajak pokoknya juga dibebaskan,” kata Kiai Asep yang juga ketua umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) itu.
Selain itu, kata Kiai Asep, pajak kendaraan itu tidak hanya masuk ke Pemprov tapi juga ke semua Pemkab seluruh Jawa Timur. “Kan ada prosentasenya, 70 dan 30 %, jadi harus koordinasi dengan bupati dan walikota,” tegas putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim Leuwimunding Majalengka Jawa Barat itu.
Karena itu Kiai Asep minta warga Jawa Timur tenang, tidak terpengaruh berbagai opini yang sedang hiruk pikuk di media sosial maupun media mainstream.
"Kita terus berdoa semoga Jawa Timur terus kondusif dan maju, adil dan makmur di bawah kepemimpinan Bu Khofifah," kata Kiai Asep yang pada bulan suci Ramadan lalu membagikan 48.000 bingkisan berupa paket beras, sarung dan uang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




